Friday, February 09, 2007 |
PADA WAKTU
|
seekor camar hinggap di karang percik ombak mengusap wajahnya ketika beranjak ia terbang ombak tak pernah tinggalkan karang
begitulah waktu lantas pertemukan laut dan daratan ombak tetaplah ombak tak lekang di malam pula siang sebab dari kedalaman samuderanya telah ia miliki gelombang
dan seperti itu pulalah aku kau daratan bagi laut lepas yang rindu aku ombak yang berdebur di karangmu kita bertemu di pantai itu dengan hukum niscaya sang waktu
malang, 20 mei 2006
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|