Friday, February 09, 2007 |
MUSIM DI MATAMU
|
sekedar menatapmu adalah anugerah
aku terbakar oleh matamu sedemikian lembut meranggas dari dalam membekas di relung jiwa
gadis, jika benar dunia ini adil pasti akan diberikannya engkau kepadaku!
di matamu itu tertambat seluruh musim dan di saat pergantian waktu kurindukan semua penat ini berlalu dipeluk mimpi akan syahdu
dan kala bangun di pagi hari akan aku dapati seorang ibu yang gesit mendandani putranya yang hendak pergi sekolah kulihat ia dari balik jendela sebentar kusibakkan kesah dan kudekati ia, kucium keningnya:
"lihatlah, betapa manis dan lincah anak kita..."
kautersenyum dan mengerling mata mata yang sudah sedemikian dekat kukenali yang di dalamnya tertambat seluruh musim yang selalu ingin kujelajahi setiap jengkal dan sudutnya
malang, 8 juli 05
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|