Friday, February 09, 2007 |
PESAN UNTUK SIANG
|
senja bisa datang kapan saja dan jika benar malam mengikutinya, setidaknya aku harus meninggalkan pesanku untuk siang
lihatlah, betapa puisi puisi ini memujamu tergila gila kepadamu dan semua kata yang pernah kaukenali menyerbu bak bandang yang tak terduga!
dengarlah, kata kata itu menjadi aliran mata panah berdesingan; menembus jiwaku sendiri!
kata kata yang begitu megahnya membelai rambut dan matamu merajuk bak kanak kanak yang berharap mainan; melolong di kolong hati!
rasalah, betapa puisi puisi itu hidup, ia bernyawa berselempang sutra ungu bermahkota permata jingga degup jantung dari rangkaian kata katanya adalah desah nyanyian di negeri dongeng yang menjadikanmu putri terpilih dan terberkati tersenyum begitu cantik indah, di tengah padang bunga bunga
dan maklumkanlah, ketika lelaki ini sedemikian khusuk terjaga di suatu senja sekedar tuk menuliskan pesan sembari menyelipkan gambar kekasihnya di cakrawala kekasih yang dipuja oleh puisi puisi yang ia tulis yang tersenyum begitu cantik indah, di tengah padang bunga bunga.
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|