Friday, February 09, 2007 |
CERITA BULAN DI KAMARKU
|
bulan terjatuh di atas bantal kaca jendelaku memergokinya dan lalu cepat-cepat ia bersembunyi di bawah dipan tempat tidur.
Belum sadar benar ia ketika dilihatnya sepasang sepatu adikku melirik tipis. Mata mereka berbenturan Dan sang bulan begitu tampak salah tingkah
Digesernya tubuh hingga pada sebuah belahan sempit di antara buffet dan meja belajar Dan buku-buku dan lukisan Vas bunga dan minuman Menghujaninya dengan sorot mata penuh tanda tanya
Dan ketika itu dia benar-benar tersudut hingga tak mampu lagi berbuat apa-apa: Peluhnya membandang Menggeletar nafas Kekalutannya menyambar-nyambar
Hingga perlahan-lahan sinar di sekujuran tubuhnya mulai memudar untuk akhirnya sirna Menjadi bola tanah berbatu yang tampak lebam menghitam
Matahari lantas meninggalkannya Dan angin menelanjangi tubuhnya
Pagi hari Seperti biasa Kuambil sapu dan membersihkan kamar Dan debu-debu kubasuh hingga tak bersisa
Malang, 20 maret 2002 |
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|