Friday, February 09, 2007 |
LINH ( II )
|
linh, kaupuja aku karena puisi puisi ini. karena masih lekatku dengan dengan baju zirah dan sepasang sayap perak di punggungku. yah, aku sedemikian gagahnya berdiri, memanggul busur kencana, kutopang dengan lengan berbalut besi warna saga
kauimpi aku yang berkibaran dengan kain bianglala, berbuka dada dan berwajah tengadah. kauisi relung keterasinganmu dengan anggur imaginasi tentang pangeran yang menerobos kerumunan dan membelah karang dengan keberanian gelombang laut selatan
linh, aku disini. dengan semua gegap gempita di sumbu diri yang masih gelisah. merahku menjadi inspirasi matahari, sementara malam menelanku berkali kali
linh jika kukata merdeka dan jantungmu bergetar, kirimkan bunga pada malam dan ceritakanlah semua kisahmu kepadanya: adakah setiap buncah di jiwamu sudah cukup seimbang dengan seuntai saja dari bait bait puisi ini serta debutan kuat yang mendesak dari bentangan lanskap hidup penyairnya
linh
malang 20 juli 05
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|